Kata Profesor Biostatsistic aku dalam suatu kuliahnya, kadang-kadang manusia berasa semacam fobia dengan umur yang meningkat. Ataupun rupa nampak lebih daripada umur yang sepatutnya.
Semakin meningkat umur, kita mula merenung-renung dan menjangka 5, 10 tahun akan datang. Tak kurang juga rasa sesal dan ingin masa diputarkan ke belakang. Semakin banyak memori masa lepas yang kita lupa. Memori waktu umur 3, 4 tahun, kenangan waktu sekolah rendah, dan sebagainya. Memang tak perlu pun diingat semuanya. Yang penting iktibar dan pengajaran kita ambil.
Kalau kita tinjau zaman dahulu kala, umur 20 ni sudah cukup matang untuk bicara soal hidup mati. Nak jaga anak dara orang. Tapi itulah, umur tak menunjukkan kematangan seseorang melainkan semakin pendek baki sisa umur yang ada.
Adakah umur 20 tahun dikira dewasa?
Apa tanda kita dewasa atau matang? Masyarakat nilai. Kalau orang lain yang tidak dikenali layan kita macam orang dewasa, maka dewasalah kita. Tapi bila orang yang umur 20 yang lain pun tengok kita macam budak tadika, itu tanda sesuatu perlu diubah.
Budak-budak senang ditipu dan dikelentong.
Orang tak tanya umur kita sangat bila kita berurusan dengan masyarakat melainkan kita nampak matang dari kebiasaan rupa. Tapi kalau badan besar, dada lapang, janggut lebat, misai tebal dengan perangai budak umur 14, itu yang pelik.
Kalau entri dulu ajak berubah kembali menjadi lelaki sejati, kali ini mari sama-sama jadi pemuda perkasa Muslim umur 20 yang dewasa dan matang!
هل نحن شباب ام اولاد؟
Lots of love,